oleh

Tragedi Ancak Agung 2018 Situbondo: 4 Jamaah Pengajian Terluka Bakar Akibat Kembang Api

SITUBONDO (ringgit.id)- Tragedi pengajian umum dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-Alun Kota Situbondo Jawa Timur, kembali terjadi. Sejumlah warga yang mengikuti pengajian dari ribuan jamaah yang hadir, menjadi korban percikan kembang api, di sela-sela pembacaan Shalawat.

Kegiatan pengajian ini merupakan kegiatan rutin khas Kabupaten Situbondo, yang diawali dengan mengarak Ancak Agung keliliring ruas jalan Kota Santri. Kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum, Jum’at (09/11) malam.

Namun ditengah acara berlangsung, saat pembacaan Shalawat Nabi, panitia mulai menyulut kembang api yang sudah dipersiapkan. “Kembang api itu, menuju ke arah saya dan mengenai wajah dan kaki saya,” kata Wiliyani (46), warga Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, yang terkena sasaran percikan kembang api.

Korban Wiliyani mengalami luka bakar pada bagian pipi kiri atas mengelupas, karena terbakar. Serta kaki kanan dan kirinya juga menjadi sasaran api, hingga tikar yang menjadi tempat duduknya, juga ikut terbakar.

“Lukanya gak seberapa, tapi rasanya panas sekali,” ujarnya sambil meringis kesakitan.

Korban lainnya, Anita (14) yang duduk bersebelahan dengan Wiliyani juga terluka di bagian betis kanan dan kirinya. Anita bahkan sempat pingsan, setelah sadar tampak menangis tersedu menahan rasa sakit.

“Perih, saya gak mau ke alun-alun lagi, kalau ada kembang apinya,” jerit Anita saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Sehat, Kelurahan Mimbaan, Panji.

Sementara, Nurul Afitri (40) warga Besuki, yang juga menjadi korban percikan kembang api mengaku trauma dan berharap tidak ada pesta kembang api lagi. Apalagi berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Awal kembang api disulut, saya sudah menutup telinga, tak disangka percikannya mengenai bahu kanan saya, sampai kulit saya mengelupas,” katanya sembari merintih kesakitan.

Perlu diketahui, di sela pembacaan Shalawat, pihak panitia membakar kembang api di tengah alun-alun, tepatnya di dekat air mancur. Kembang api dibakar di tempat terbuka tanpa pengamanan apapun. Sehingga sangat membahayakan warga yang berada di sekitarnya.

Catatan panitia, ada sekitar 14 ribu jamaah yang hadir dalam acara Pengajian Umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diawali dengan arak-arakan puluhan Ancak Agung berhiaskan buah-buahan dan nasi kuning.

Tercatat, empat korban akibat percikan kembang api dan mengalami luka bakar ringan. Yakni, Bu Didik (60), Wiliyani (46), dan Anita (14), ketiganya berasal dari Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji. Sedangkan Nurul Afitri (40) berasal dari Kecamatan Besuki.

Mereka hany dirawat jalan, setelah mendapatkan pertolongan dan perawatan medis dokter di Rumah Sakit Mitra Sehat, Situbondo. (jal/ red)

Komentar

Berita Umpan