oleh

Muskab IX PMI Bondowoso: PMI Jatim Sesalkan Ketidakhadiran Jajaran Eksekutif

BONDOWOSO (ringgit.id)- Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke IX Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso, Rabu (26/12) tanpa dihadiri unsur eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, menuai kritikan berbagai kalangan. Salah satunya, kritik mengalir dari Sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur, Djoni Irianto.

“Muskab ini lima tahun sekali, jadi pelaksaannya harus standar, seperti daerah lain. Paling tidak ada bendera PMI yang dipasang. Kemudian urutan acaranya, harus benar,” kata Djoni, usai mengikuti acara pembukaan Muskab.

Namun Djoni sempat mengapresiasi, tempat acara Muskab yang dipandang mewah dari daerah lain. Kemudian, setelah itu, Djoni mengkritisi kegiatan yang tanpa dihadiri unsur eksekutif. Kedepan, Djoni menyarakan agar hal yang sama tidak terulang kembali, dalam kepengurusan selanjutnya.

“Memang saya akui Bondowoso ini, agak kurang berkomunikasi dengan provinsi,” tukasnya.

Dilain pihak, Ketua PMI Bondowoso yang terpilih secara aklamasi, Miftahul Huda mengakui kekurangan yang disampaikan oleh Sekretaris PMI Jatim, Djoni Irianto. Dirinya berjanji, kedepan akan diperbaiki.

Sementara kurangnya komunikasi itu, menurut Miftah lantaran pengurus daerah fokus melakukan penataan manejemen kepegawaian dan perbaikan kualitas pengelolaan darah.

“Cuma apa yang disampaikan, kami terima sebagai masukan. Kami dikritisi begitu, tidak masalah,” tegasnya.

Dalam Muskab PMI Bondowoso tersebut, dihasilkan Miftahul Huda terpilih kembali sebagai Ketua PMI Bondowoso priode 2019-2024. Kemudian, pertanggung jawaban pengurus Muskab periode sebelumnya, diterima forum. Serta menghasilkan program kerja 5 tahun kedepan. (th)

Berita Umpan