oleh

Panitia Dinilai Gagap, PDIP Minta Bupati Salwa Evaluasi Hasil Muskab PMI

BONDOWOSO (ringgit.id)– Ketidakhadiran jajaran eksekutif dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke IX Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso, dinilai kurangnya komunikasi pihak panitia penyelenggara alias gagap. Bahkan dalam acara tersebut juga dianggap, ada kesan dipaksakan.

Kesan itu semakin menguat, ketika beredar kabar bahwa Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin sempat membuat disposisi, agar acara tersebut ditunda. Sementara pihak panitia sebelumnya mengaku tidak mengetahui disposisi atas undangan yang dilayangkan itu.

“Seharusnya PMI tidak begini, setidaknya saran Bupati diperhatikan. Kalau sudah berani membangkang, bagaimana nanti kedepannya,” kata Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDIP, Andi Hermanto, Jumat (28/12) lalu.

Karenanya, Andi berharap Bupati Salwa mengevaluasi hasil Muskab, yang menjadi pemberitaan miring beberapa media itu. Sehingga sebelum memberikan rekomendasi, Bupati telah mengetahui secara pasti kebenarannya.

“Setidaknya Bupati yang berhalangan hadir dalam acara Muskab, mengetahui apa yang terjadi,” tukas pria yang juga Sekretaris DPC PDIP Bondowoso ini.

Diberitakan sebelumnya, penyelenggaraan Muskab ke IX PMI Bondowoso menuai kritikan dari sekretaris PMI Jawa Timur, Djoni Irianto lantaran tidak adanya kehidaran dari pihak eksetif.

Tak hanya itu, Djoni juga menyinggung panitia tentang tidak adanya bendera PMI dalam acara Muskab yang diselenggaran di Hotel Ijen View, Rabu (26/12) lalu itu. (sam/ th/ lah)

Berita Umpan