oleh

Singgung Peradaban Nenek Moyang, DPRD Situbondo Sebut Pernyataan Bupati Dadang Tak Ilmiah

SITUBONDO (ringgit.news)- Sebelumnya, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto membuat pernyataan usai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2020, bahwa peradaban yang diciptakan nenek moyang di Kota Santri ini, bukanlah sektor wisata.

Sehingga sangat sulit bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo saat ini, dalam peningkatan wisatawan datang ke Situbondo.

“Masih ada ketergantungan terhadap faktor X, itu adalah peningkatan peradaban masyarakat. Contohnya, pariwisata (Situbondo) itu beda dengan daerah lain. Misalnya, Borobudor, Bali, atau bahkan Banyuwangi. Itu sudah diciptakan nenek moyangnya, melalui sebuah keunggulan budaya, sosial, seni. Oleh nenek moyangnya diciptakan sebagai tempat yang kelak akan dikunjungi wisatawan. Situbondo kan berbeda,” ungkap Dadang, beberapa waktu lalu.

Mendengar pernyataan itu, DPRD Kabupaten Situbondo mencibir pernyataan Bupati Dadang tersebut. Bahkan dinilai tak ilmiah, karena tidak didukung dengan hasil penelitian dan kajian apapun.

“Pernyataan gak ilmiah itu. Hasil penelitian siapa? Itu kan pendapat pribadi, karena tidak berdasar kajian ilmiah,” ujar Zuhri, Ketua Komisi II DPRD Situbondo, yang juga mitra kerja Pemerintah, Bidang Pariwisata.

Dikatakan Zuhri, kalau hanya ingin melegitimasi kegagalan program pariwisata, itu dinilainya boleh-boleh saja dijadikan alasan.

“Karena dulu waktu ditanyakan oleh teman-teman DPRD, saat Rapat Paripurna. Contohnya, kenapa calon investor Pasir Putih dari PT Mercusuar Pasir Putih itu mengundurkan diri. Bupati malah menjawabnya, karena masyarakat tidak siap. Nah sekarang bilang karena nenek moyang kita yang tidak siap. Ini kan lucu,” sergahnya, sambil tertawa lepas.

Zuhri bahkan menganjurkan kepada Bupati Dadang, agar menarik kembali Program Tahun Kunjungan Wisata (TKW) yang sudah dicanangkan Tahun 2019 ini.

“Jadi saya tegaskan lagi, pernyataan Bupati sangat tidak ilmiah. Jangan-jangan hanya ingin melegitimasi ketidak mampuan untuk merealisasi program TKW itu,” pungkas Zuhri lagi. (inung/ red)

Komentar

Berita Umpan