oleh

PPK Revitalisasi Pasar Akui Pernah Dipanggil Kejaksaan Jember

JEMBER (ringgit.news)- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek revitalisasi pasar 2018, Anas Ma’ruf mengakui dirinya pernah dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Menurut Anas, pemanggilan kejaksaan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi terkait proyek revitalisasi pasar.

“Pemanggilan tersebut untuk klarifikasi, sebab ada masyarakat yang melaporkan proyek revitalisasi pasar.  Jadi hanya klarifikasi saja, tidak ada saksi,” ungkap Anas, Kamis (20/06/2019).

Anas juga menyampaikan, ia juga menjabat Pengguna Anggaran (PA) proyek revitalisasi pasar.  “Dari awal PA-nya saya, sementara Eko Wahyu Septanto selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),” pungkas pria yang kini menjabat Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Jember tersebut.

Namun sayangnya, Kasi Intel Kejari Jember, Agus Budiarto saat didatangi ke kantornya untuk klarifikasi pemanggilan PPK proyek revitalisasi pasar, sedang tidak di tempat, Jum’at (21/06/2019). “Mohon maaf saya lagi ada giat lain di luar,” tulis Agus Budiarto melalui pesan WhatsApp.

 

Hingga berita ini ditulis, Minggu (23/06/2019), masih belum ada jawaban dari Kasi Intel Kejari Jember terkait pemanggilan Anas Ma’ruf selaku PPK proyek revitalisasi pasar Jember 2018.

Berdasar data terhimpun,  Tahun 2018 Kabupaten Jember melaksanakan 12 titik mega proyek revitalisasi dengan nilai kontrak cukup fantastis,  yakni mulai Rp 3,5 milyar hingga Rp 9,1 milyar. Sebelumnya ada 1 titik proyek revitalisasi pasar yang mangkrak, yakni di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul. (sul/ red)

Komentar

Berita Umpan