oleh

Kejaksaan: Konsultan Akui Proyek Pasar Manggisan Senilai Rp 7,8 Miliar Disub-Kontraktualkan

JEMBER (ringgit.news)- Pemeriksaan marathon penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, terhadap pejabat yang terlibat dalam Proyek Revitalisasi Pasar Tahun Anggaran (TA) 2018 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, akhirnya menemui titik terang.

Proyek miliaran revitalisasi sejumlah pasar ini, ditemukan masalah pada Proyek Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul. Pasalnya, proyek senilai hampir Rp 8 miliar ini di-sub kontraktualkan. Sehingga pemenang tender, PT Ditaputri Waranawa belum bisa mempertanggungjawabkan. Bahkan proyek ini belum diserah terimakan dengan pemilik proyek, yakni Disperindag Jember.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Jember, Herdian Rahadi kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (25/06/2019).

“Berdasar pengakuan konsultan perencana dan konsultan pengawas, proyek revitalisasi Pasar Manggisan di-sub kontraktualkan. Bahkan serah terima bangunan juga masih belum ada, hingga saat ini, ” ungkap Herdian.

Lanjut Herdian, sesuai agenda kejaksaan akan tetap melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait. “Kita juga akan meminta dokumen dan surat yang belum tercover, dalam penggeledahan kemarin di Kantor ULP dan Disperindag,” tuturnya.

Pantauan media ini, Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Disperindag, melaksanakan proyek revitalisasi pasar dengan anggaran miliaran rupiah. Anggaran minimal mencapai Rp 3,7 Miliar.

Ada 12 lokasi pasar yang dilakukan revitalisasi, tujuannya agar merubah imej pasar tradisional menjadi lebih baik lagi. Untuk Proyek Pasar Manggisan yang diduga bermasalah, senilai Rp 7,8 Miliar. (sul/ red)

Komentar

Berita Umpan