oleh

Janji Tutup Penambangan Ilegal, Pemkab Situbondo Beber Data 16 Lokasi Tambang Dengan Izin Lengkap IUP-OP

SITUBONDO (ringgit.news)- Berkembangnya polemik aksi pertambangan Galian C di Situbondo, hingga kini sudah tercatat 16 pelaku usaha tambang mengantongi izin lengkap. Izin tersebut hingga layanan Operasi Produksi (OP), yakni Izin Usaha Pertambangan (IUP)-OP.

Namun fakta di lapangan, banyak lokasi tambang yang beroperasi lebih dari 16 titik tersebut, yang masyarakat menyebutnya tambang ilegal atau liar. Hal itu dibernarkan oleh Sentot Sugiono, Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, selaku leading sektor bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk didalamnya adalah pertambangan.

Sentot, panggilan akrabnya, menegaskan hingga kini ada 16 penambang di Situbondo, yang mengantongi izin resmi IUP-OP. “Jumlah penambang yang memiliki IUP-OP itu, sebanyak 16 penambang. Terdiri dari penambangan Pasir, Tanah Urug dan Andresit,” paparnya.

Pihaknya mengakui, ada sejumlah pelaku usaha tambang yang sedang berproses mengurus izin, namun belum final. “Data yang ada pada kami, ada penambang yang belum mengurus dan dalam proses mas. Dalam waktu dekat, akan kami tertibkan bersama Satpol PP dan Polres setempat,” jelasnya, Jumat (05/07).

Penertiban tambang ilegal ini, lanjut Sentot, akan dilakukan dalam waktu dekat, menunggu SK Gubernur tentang Pembentukan Tim Provinsi Jatim, terkait Pertambangan.

Sentot menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi, ketika ditemukan aktivitas tambang yang tidak memiliki izin IUP0OP, masih beroprasi. “Dalam penertiban yang dilakukan, tentu kami tidak akan lagi memberikan toleransi. Pasti kita tutup. Karena kemarin-kemarin sudah ada toleransi,” tukas Sentot.

Mengenai sanksi, pihaknya hanya kebagian sanksi administratif. Sementara untuk kerusakan lingkungan, itu bagian Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Juga pidananya, urusan aparat penegak hukum.

Data pada Bagian perekonomian Pemkab Situbondo, 16 penambang yang memiliki izin resmi dan lokasinya adalah Sunarto lokasi Banyuputih jenis pasir, Totok Hariyono lokasi Banyuputihjenis pasir, CV Lintang Timur lokasi Sumberejo Banyuputih jenis pasir dengan 2 lokasi.

Kemudian, ada Dwi Budi Pranata lokasi Banyuglugur jenis andesit, PT Sitiwangimemiliki 3 lokasi, masing-masing melandingan jenis, Sumberkolak jenis andresit dan tanah urug. CV Moncel Indah lokasi Juglangan jenis batuan tras, Widodo lokasi Banyuglugur jenis andesit dan tanah urug.

Selanjutnya, PT Putra Surya Mandiri lokasi Kendit jenis andesit, Yanto lokasi Kotakan jenis sirtu, andesit dan tanah urug. Terakhir adalah PT Prima Mitra Nusantara lokasi Klampokan jenis tanah urug. (asr/ red)

Komentar

Berita Umpan