oleh

Mulyono, Kandidat Cakades Curahlele Jember ‘dijegal’ Pungutan Pilkades Rp 27,5 Juta

JEMBER (ringgit.news)- Mulyono (53), warga Dusun Krajan Kidul Desa Curahlele Kecamatan Balung gagal menjadi kandidat Calon Kepala Desa (Cakades) dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019. Sebab Mulyono tak mampu membayar biaya tambahan Pilkades yang dibebankan kepada calon, sebesar masing-masing Rp27,5 juta.

Pasalnya, biaya kesepakatan panitia Pilkades dan para kandidat Cakades disepakati sebesar Rp 27,5 juta. Diduga kesepakatan itu dibuat sepihak, yang diduga sengaja mau menjegal Mulyono dalam Pilkades Curahlele.

Sementara, Mulyono sudah melengkapi berkas persyaratan tes kesehatan, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan persyaratan lainnya, yang membutuhkan biaya hingga ratusan ribu rupiah.

“Kamis (25/07/2019), rencananya saya mau bayar Rp 5 juta untuk uang muka, pembayaran sumbangan Rp 27,5 juta tiap kandidat Calon Kepala Desa (Cakades). Namun ketua panitia tidak mau, sebab sudah menjadi kesepakatan bersama. Padahal tanggal 19 Juli kemarin, persyaratan sebagai salah satu kandidat Cakades, sudah dinyatakan lengkap oleh panitia,” ungkap Mulyono di kediamannya, Sabtu (27/07/2019).

Mulyono menambahkan, setelah panitia menyatakan persyaratan Cakades sudah lengkap, ia bergegas mencari dana sumbangan dan ia hanya mendapati uang Rp 5 juta, sisanya rencana akan dibayar Kamis (25/07/2019) malam.

“Namun saat saya telepon terkait pembayaran Rp 5 juta tersebut, panitia dan ketua BPD menolak. Sebab sesuai kesepakatan jam 3 sore katanya, pembayaran Rp 27,5 juta bagi Cakades harus lunas,” ucapnya.

“Banyak saksi yang mendengar, ketika saya menelpon ketua panitia terkait permintaan saya agar pelunasan Rp 27,5 bisa mundur hingga Kamis malam. Namun ketua panitia tidak mau. Saya kecewa tidak bisa mencalonkan Kades, padahal saya sudah melakukan persiapan sejak setahun kemarin,” imbuh pria yang juga menjabat Kasi Kesra (Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat) Desa Curahlele ini. (sul)

Komentar

Berita Umpan