oleh

Sekda Situbondo Berencana Pasang CCTV Tiap Wisma di el-Gusam

SITUBONDO (ringgit.news)- Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, untuk benar-benar menegakkan Perda 27 Tahun 2004 tentang Larangan Prostitusi, khususnya eks Lokalisasi Gunung Sampan (el-Gusam) yang diketahui masih menyediakan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK), dikabarkan kini sudah dalam tahap penyusunan aksi.

Hal itu disampaikan Sekteraris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Syaifullah, Jumat (09/08/2019) kemarin.

“Pemkab Situbondo saat ini telah menyusun rencana aksi, dalam pelarangan eks lokalisasi gunung sampan. Tentu nanti akan diberi CCTV di setiap rumah (wisma PSK, red) yang ada disana. Semacam tulisan yang isinya tentang penegakan Perda 27/2004. Jika masih ada kegiatan, tentu akan diberi sanksi,” ujar Syaiful, panggilan akrabnya.

Diketahui, sebelumnya sejumlah wisma el-Gusam masih menyediakan dan menjajakan PSK untuk kaum hidung belang. Namun setelah pengungkapan Kasus Dugaan Human Trafficking atau perdagangan orang oleh polisi, di salah satu wisma milik Slamet, aktivitas perlahan berkurang dan nyaris hilang.

Sebab, para muncikari dan PSK tampak ketakutan akan beroperasi, khawatir sewaktu-waktu ada razia Satpol PP maupun Polres Situbondo. Sebab pengungkapan Kasus Human Trafficking, ditemukan ada 5 Gadis Belia asal Bandung yang masih dibawah umur.

Pantauan media ini, pada pintu masuk kawasan penduduk el-Gusam telah dipasang alat Closed Circuit Television (CCTV), untuk memantau aktivitas di dalamnya. Kemungkinan, karena para hidung belang malu terpantau CCTV, juga mengurangi pengunjung ke tempat tersebut. (asr/ gus/ red)

Komentar

Berita Umpan